Menyelami Tapak Budaya Suku Komering: Mengenang Jejak Pusaka Tahun 1960


Indonesia merupakan negara yang dianugerahi kekayaan tradisi dan budaya yang tak ternilai harganya. Salah satu pesona kebudayaan Nusantara yang patut untuk terus dikenang dan dilestarikan adalah peninggalan dari Suku Komering, Sumatera Selatan. Sebuah potret lawas hitam-putih kembali membuka jendela waktu, membawa kita menelusuri "Tapak Budaya Suku Komering" dan melihat langsung keagungan masa lalu.

Berdasarkan catatan historis yang diabadikan oleh Maison Manakara, SE., M.Pd., Gr., potret yang merekam jejak tahun 1960 tersebut menampilkan wibawa masyarakat Komering dalam balutan busana adat yang sarat akan makna filosofis. Gambar tersebut tidak sekadar memperlihatkan sekumpulan orang, melainkan menjadi etalase hidup dari berbagai mahakarya leluhur.

Dalam potret pusaka tersebut, terekam dengan jelas penggunaan mahkota kepala kebanggaan pria Komering, yakni Tanjak atau Kikat Kapudang Liba. Penutup kepala ini menjadi simbol kehormatan dan status sosial yang dipadukan secara apik dengan Jubah Mantok, sebuah pakaian luar atau jubah panjang yang memancarkan aura karismatik dan kepemimpinan para tokoh pada masa itu.

Lebih jauh, kekayaan tekstil dan busana Suku Komering juga terwujud dalam keindahan Songket atau Sungkit Bumpak, kain tenun mewah yang dibuat dengan penuh ketelitian. Terdapat pula penyebutan Baju Ughau, yang melengkapi kesatuan ragam hias pakaian tradisional yang dikenakan oleh masyarakat masa lampau.

Tidak hanya sebatas pada pakaian atau benda mati, tapak budaya ini juga merekam jejak kesenian yang dinamis, seperti Tari Tigol dan penggunaan aksesori Tanggai Lima. Kesenian ini merupakan bentuk ekspresi jiwa masyarakat Komering yang lembut namun penuh ketegasan, yang sering kali dihadirkan dalam berbagai perhelatan adat dan perayaan penting.

Potret dari tahun 1960 ini adalah sebuah "jejak pusaka". Ia hadir sebagai pengingat bagi generasi masa kini bahwa Suku Komering memiliki peradaban dan identitas budaya yang sangat kaya. Merawat ingatan melalui dokumentasi sejarah ini adalah langkah awal yang penting agar keagungan Songket, wibawa Jubah Mantok, hingga gemulai Tari Tigol tidak lekang tergerus zaman, dan tetap menjadi kebanggaan di bumi Nusantara.


 

Posting Komentar

0 Komentar